Rabu, 26 Juni 2013 - 08:16:48 WIB
MANAGEMENT PT.AGRO SAWITA MANDIRI PERKASA PERLU PENGAWASAN DINAS SOSIAL,TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRAS
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum - Dibaca: 413 kali



Jejak Berita, A.KANOPAN - Rendahnya upah hasil kerja para Karyawan PT.AGRO SAWITA MANDIRI PERKASA yang berjumlah sekitar 140 orang saat ini terlihat dari tidak dilaksanakannya tentang keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 188.44/801/KPTS/ tahun 2012. Tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tahun 2013 oleh pihak perusahaan melalui Management yang telah ditunjuk sebagai pengambil keputusan di perusahaan.

Baru-baru ini, pihak Instansi Pemerintah Kab.Labuhanbatu Utara yang terkait tentang KetenagaKerjaan mencium aroma ketidakberesan PT.AGRO SAWITA MANDIRI PERKASA,  dalam pelaksanaan Keputusan Gubernur dan Bupati tentang UMK. Yang kesimpulannya pihak Instansi Pemerintah Kab.Labura sesuai informasi akan memanggil pihak Management Perusahaan yang telah melanggar janji dan kewajiban tentang kesejahteraan Karyawan.

Menurut Upah Minimum Kab. Labuhanbatu Utara tahun 2013 setiap Karyawan menerima upah /Januari 2013 sebesar Rp.1.446.000/bulan ditambah dengan tunjangan lain seperti Bonus perusahaanlembur dll.

Kenyataannya, hingga saat ini hasil Investigasi dari pihak Instansi terkait di Kab.Labura pihak PT.AGRO SAWITA MANDIRI PERKASA hanya sanggup memberi upah/gaji pokok sebesar Rp.766.500/bln. Untuk mencukupi UMK pihak Management menambahkan upah tambahan seperti Bonus, Lembur dan lainnya ke setiap slip gaji sehingga kelihatannya sudah sesuai dengan UMK.Terkadang itupun tidak sepenuhnya diberikan pihak perusahaan seperti yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Utara tentang UMK tahun 2013.


Informasi yang diperoleh dari Manager PT AGRO SAWITA MANDIRI PERKASA saat ditemui di lokasi areal produksi pabrik SUNITNYO mengatakan disamping sebagai Manager baru untuk menggantikan manager lama tidak dapat memberikan komentar. SUNITNYO bertugas Untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang cukup banyak ditinggalkan Manager lama maksudnya (PARLI).

Dan dijelaskan seperti ijin produksi , Amdal, dan Limbah termasuk Juga UMK. Itulah tugas pokoknya jika ada kesalahan kita akan koordinasikan dengan pihak pimpinan pusat perusahaan dan juga koordinasi terhadap pihak Instansi Pemerintah Kab.Labura terkait demi kebaikan ke depan ujarnya.

Namun lain lagi pendapat dari sdr.PARLI mantan Manager PT.AGRO SAWITA MANDIRI PERKASA yang dihubungi kontributor media ini, di saat itu juga yang mengatakan cukup banyak persoalan yang ditinggalkannya di PT.AGRO SAWITA MANDIRI PERKASA  yang pantas menjadi bahan koreksi buat para pelaku control social baik Pers dan LSM. Hanya dia mengakui jika menuruti Keputusan Gubernur Sumatera Utara tentang UMK, perusahaan tidak sanggup. Sebab selama ini perusahaan mulai berjalan 3 tahun yang lalu tidak pernah mencapai target diatas 2 ton perhari untuk memproduksi Buah Tandan Sawit menjadi CPO.

Untuk mencapai 30 ton per hari sangat sulit ujarnya. Maka yang dikorbankan adalah berupa pemenuhan UMK sebesar Rp 1.446.000/bln terpaksa di sunat alias tidak sepenuhnya diberikan terhadap karyawan.

Jika dibagikaN dengan hasil produksi serta penjualan CPO terhadap upah Karyawan sesuai UMK, tidak tercapai dan akan merugi. Maka demi Karyawan tidak ada di PHK langkah yang diambil dan diatur dengan sedemikian rupa PARLI  menggabungkan fasiltas lain seperti bonus, lembur, uang makan dan lainnya agar karyawan tidak ribut.


Padahal hasil dari informasi dilapangan yang ditemui, melalui karyawan yang masih aktif yang tidak mau namanya dipublikasikan mereka terima tidaklah demikian hingga diatas 1,4juta melainkan hanya Rp.766.500 per bulannya. Dengan perincian yang tertera di slip gaji bulan Mei 2013 Rp.36.500 kali 21.0 =Rp.766.500 ditambah fasilitas lain yang terkadang paling tinggi mencapai 1,4 juta.

(MSH)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Alamat Redaksi : Jl. Haji A. Manaf Lubis, Gg. Kami No. 5a
No. Telpon : 081370154070
Email : jejakberita@yahoo.com
NPWP : 31.389.961.9.124.000
CV : Hamton Ibrash